Kabar Terbaru

5

27 Jul 2026

MPLS Ramah: Menyambut Angkatan 11 di Sekolah

Setelah menempuh perjalanan panjang dari daerah asal masing-masing hingga rangkaian Multicultural Journey di Jakarta, siswa-siswi Angkatan 11 resmi memulai masa belajarnya di SMK Bakti Karya Parigi melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026, yang berlangsung selama empat hari.

Siswa baru mengikuti kegiatan ice breaking bersama mahasiswa KKN di halaman SMK Bakti Karya Parigi pada MPLS Ramah Angkatan 11

Tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Pengurus OSIS dipercaya menjadi penyelenggara utama MPLS. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan lingkungan sekolah, kontrak belajar, room tour, materi visi-misi sekolah, etika bermedia sosial, kurikulum, budaya multikultural, delapan dimensi profil kelulusan, layanan bimbingan konseling, program Pendampingan dan Dedikasi untuk Warga (PANDU), pengenalan ekstrakurikuler, unjuk karya, perlombaan, hingga upacara penutupan.

Kegiatan ini turut didukung kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada, ISBI, UIN Bandung, UNS dan beberapa kampus lain yang tengah mengabdi di Pangandaran, memperkaya materi dan menghadirkan perspektif pembelajaran yang lebih kreatif dan partisipatif.

Bapak dan Ibu Guru menilai MPLS tahun ini berjalan tertib, kreatif, dan berkesan. Lebih dari sekadar rangkaian seremonial, MPLS dirancang sebagai ruang adaptasi yang aman dan inklusif, agar setiap siswa baru merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar SMK Bakti Karya Parigi sejak hari pertama.

Selamat datang, Angkatan 11 — perjalanan kalian baru saja dimulai.

24 Jul 2026

Cerita Siswa Baru: Dari Malaysia ke Bakti Karya Parigi

Dari 24 siswa Angkatan 11, 8 di antaranya adalah siswa program repatriasi Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang sebelumnya bersekolah di Malaysia. Berikut sepenggal cerita perjalanan mereka.

Elzabeth Markus, asal Sulawesi Selatan, mengikuti proses seleksi ADEM Repatriasi yang meliputi tes akademik, kesehatan, keagamaan, minat bakat, hingga wawancara. Setelah dinyatakan lulus, ia menempuh perjalanan panjang: dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), penerbangan Kota Kinabalu-Kuala Lumpur-Jakarta, lalu perjalanan darat menuju Bandung untuk mengikuti acara pelepasan peserta ADEM, sebelum akhirnya dijemput dan diantar menuju SMK Bakti Karya Parigi. "Perjalanan dari Malaysia ke Indonesia ini bukan hanya sekedar perpindahan tempat, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan baru untuk meraih cita-cita," tulisnya.

Elzabeth Markus, siswa program ADEM Repatriasi asal Sulawesi Selatan, dalam perjalanan menuju SMK Bakti Karya Parigi

Sementara itu, Masliani, siswi asal Malaysia, membagikan kesan pertamanya menginjakkan kaki di sekolah: mural yang menghiasi dinding sekolah, lingkungan asri yang dikelilingi pepohonan, serta keramahan guru dan teman-teman baru dari berbagai daerah, suku, agama, hingga negara. Ia sempat mendapat tantangan membacakan puisi dalam rangkaian Multicultural Journey, dan berhasil melewatinya berkat dorongan pembimbingnya. "SMK Bakti Karya Parigi bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat untuk belajar tentang keberanian, persaudaraan, toleransi, dan menghargai keberagaman," tulis Masliani.

Masliani, siswi asal Malaysia, dalam foto identitas sebagai siswa baru SMK Bakti Karya Parigi

Cerita-cerita ini menjadi bukti nyata bagaimana dukungan donatur membuka jalan bagi anak-anak dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk dari luar negeri, untuk mendapatkan pendidikan yang inklusif dan penuh makna.

23 Jul 2026

Multicultural Journey 2026: Tiga Hari di Jakarta

Sebagai pembuka petualangan bagi peserta didik baru Angkatan 11, SMK Bakti Karya Parigi bersama Unlocking Nusantara menyelenggarakan Multicultural Journey selama tiga hari di Jakarta pada 21-23 Juli 2026.

Hari pertama diawali dengan penjemputan siswa-siswi di bandara, dilanjutkan dengan membangun kedekatan antar siswa melalui berbagai permainan di penginapan mereka di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Siswa-siswi Angkatan 11 dijemput di bandara untuk memulai rangkaian Multicultural Journey 2026

Hari kedua dimulai dengan kunjungan ke Menara Astra, mengenal galeri karya dan instalasi seni yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Siswa-siswi mengenakan pakaian adat daerah berkunjung ke galeri Menara Astra

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI), yang disambut langsung oleh Gubernur Lemhannas, Bapak Dr. H. Tubagus Ace Hasan Syadzily, M.Si. Pada kesempatan ini, siswa-siswi turut menampilkan seni tari dan nyanyian dari berbagai daerah, di antaranya Tari Marendeng Marempa (Toraja), Tari Yospan (Papua), dan Lagu Bare Nagi (Flores).

Foto bersama siswa Angkatan 11 dan Gubernur Lemhannas RI Bapak Dr. H. Tubagus Ace Hasan Syadzily, M.Si. dalam kunjungan edukatif ke Lemhannas RI

Sore harinya, rombongan menikmati suasana Monumen Nasional sebelum kembali ke penginapan.

Siswi asal Papua mengenakan pakaian adat berfoto di depan Monumen Nasional

Hari ketiga, siswa-siswi mengunjungi Museum IPTEK dan berkeliling anjungan daerah di TMII untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia, dilanjutkan kunjungan ke berbagai rumah ibadah guna mengenal ragam keyakinan di Nusantara.

Siswa-siswi berkunjung ke Museum IPTEK di kawasan Taman Mini Indonesia Indah

Sebelum kembali ke Pangandaran, rombongan singgah di kediaman Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bapak Dr. H. Purwanto, M.Pd., untuk berdiskusi dan berbagi cerita.

Sesampainya di SMK Bakti Karya Parigi, siswa-siswi disambut pertunjukan tari dan teater dari kakak kelas serta seluruh keluarga besar sekolah, menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari Kelas Multikultural Angkatan 11.

Keluarga besar SMK Bakti Karya Parigi menyambut kedatangan siswa-siswi Angkatan 11 sepulang dari Multicultural Journey 2026

Terima kasih kami sampaikan kepada Lemhannas RI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Astra International, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

16 Jul 2026

Rencana Pemberangkatan Siswa

Sejak Maret 2026, kami telah menyelesaikan tahapan wawancara untuk siswa yang mendaftar melalui online maupun mendaftar secara langsung. Kami menerima 24 siswa yang berasal dari 8 provinsi di Indonesia. Terdapat 8 siswa diantaranya merupakan program repatriasi dari Malaysia. Berikut daftar provinsi asal siswa.

Asal ProvinsiJumlah Siswa
Jawa Barat1
Nusa Tenggara Timur2
Sulawesi Selatan8
Papua Barat3
Papua Barat Daya1
Papua Selatan2
Papua Pegunungan4
Papua Tengah3

Dari 24 siswa yang kami terima tahun ini terdapat 12 siswa dan 12 siswi. Kami sangat peduli pada isu kesetaraan gender dan mewujudkannya dalam mewujudkan partisipasi laki-laki dan perempuan dengan seimbang. Kami menempatkan mereka dalam asrama khusus putra dan asrama khusus putri dengan satu orang pembimbing.

Siswa angkatan 11 ini berasal dari 15 kabupaten di 8 provinsi berbeda. Jumlah partisipasi dari masing-masing kabupaten ini menjadi salah satu perhatian kami untuk memastikan sebaran daerah agar terjadi interaksi yang diwarnai dengan berbagai perspektif kedaerahan. Selain itu, siswa terdaftar memiliki keragaman latar belakang suku. Dalam satu angkatan, terdapat 17 suku yang memiliki bahasa yang berbeda-beda dan kekayaan budaya lainnya yang menjadi bekal siswa dalam mempertukarkan cerita kepada teman-temannya. Hal ini merupakan upaya kami dalam memperkenalkan sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya yang melekat pada kepribadian siswa.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini perhatian kami fokus pada wilayah timur Indonesia. Mayoritas pemeluk agama juga terepresentasi dari asal daerah siswa. Terdapat tiga agama yang dianut siswa yaitu Islam, Katolik dan Protestan. Keragaman ini juga menjadi bekal dialog lintas agama di mana mereka akan tinggal di Kampung Nusantara yang telah ditetapkan sebagai kampung moderasi beragama oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berikut daftar siswa penerima beasiswa berdasarkan asal kabupaten, suku dan agama.

Nama Siswa (24)Asal Kabupaten (15)Jenis KelaminSuku (17)Agama (3)
Erlangga SyaputraPangandaranLaki-lakiSundaIslam
Petronela Prasa WekingFlores TimurPerempuanLarantukaKatolik
Marta Anu KotenFlores TimurPerempuanAdonaraKatolik
Nikolaus AgustinusTana TorajaLaki-lakiTorajaKristen
Jack Rico RonzalesTana TorajaLaki-lakiTorajaKristen
Jenalyn CuatonTana TorajaPerempuanTorajaKatolik
Elizabeth MarkusToraja UtaraPerempuanTorajaKristen
Enjelin RubinToraja UtaraPerempuanTorajaKristen
Muhammad SidikBoneLaki-lakiBugisIslam
MaslianiBonePerempuanBugisIslam
Muhamad SamatPinrangLaki-lakiBugis PinrangIslam
Yanuarius SurawiKaimanaLaki-lakiMairasiKristen
Berta Marsela WaitaKaimanaPerempuanIrarutuKristen
Jepianto KowiPegunungan ArfakLaki-lakiMoileKristen
Frensi Lavenia SerawanSorongPerempuanBiakKatolik
Petrus FatokAsmatLaki-lakiAsmatKatolik
Thomas Yanum BaibapanAsmatLaki-lakiAsmatKatolik
Wefor KepnoYalimoLaki-lakiYaliKristen
Ardi GomboJayawijayaLaki-lakiWalakKristen
Alesya Magrid Judefa JikwaJayawijayaPerempuanLaniKristen
Milka S JanenggaJayawijayaPerempuanDaniKristen
Yohanes YogiPaniaiLaki-lakiMeeKatolik
Listra Sisilya KokoyaPuncakPerempuanDaniKristen
Selince MagalMimikaPerempuanAmungmeKristen

1 Jul 2026

Dukungan Terkumpul

Sebagai upaya awal dalam perjalanan selama tiga tahun bersekolah di SMK Bakti Karya Parigi, lembaga berupaya untuk memberangkatkan calon siswa melalui beberapa cara, yaitu kerjasama dengan pemerintah melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), kerjasama penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility dan kerjasama komunitas termasuk di dalamnya menggandeng partisipasi dukungan personal.

Tahun ini, 12 siswa diberangkatkan melalui program ADEM. Mereka adalah penerima program repatriasi dari Malaysia sejumlah 8 siswa dan program afirmasi dari Papua sejumlah 4 siswa. Sementara terdapat 12 siswa yang dibantu melalui dukungan personal dan komunitas.

Berikut pihak yang mendukung penyelenggaraan Program Kelas Multikultural Angkatan 11:

Institusi pendukung:

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (penyelenggara program ADEM).
  2. PT Pelindo Terminal Petikemas.

Donatur Personal:

  1. Ibu Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI.
  2. Tim Green TransEdu, Ibu Mira Rochyadi, Prof Wooling, dst.
  3. Komunitas Pinjam Pustaka.
  4. Ibu Eva Sundari, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI.
  5. Ibu Nancy Natalia Raweyai, Anggota DPRD Papua Tengah.
  6. Ibu Nurhaidah Nawipa, Istri Gubernur Papua Tengah.

Dukungan Kegiatan Multicultural Journey 2026:

  1. Bapak TB Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI.
  2. Bapak Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
  3. Ibu Anna Agustina, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila.
  4. ESR Astra International.

Kami sampaikan terima kasih atas dukungan langsung berupa pembiayaan untuk pembelian tiket pemberangkatan, transportasi sepanjang kegiatan penyambutan, akomodasi siswa, fasilitasi kunjungan kegiatan Multicultural Journey dan dukungan pembiayaan siswa selama menempuh masa studi di SMK Bakti Karya Parigi.